Dihadapi dengan ketegangan seputar konten, pendiri Mistral AI mengusulkan "pajak AI" untuk mendukung para kreator.
Apr 07
Tue, 07 Apr 2026 at 05:15 PM 0

Dihadapi dengan ketegangan seputar konten, pendiri Mistral AI mengusulkan "pajak AI" untuk mendukung para kreator.

Dalam beberapa tahun terakhir, AI dan industri budaya memiliki hubungan yang tegang. Memang, model AI generatif membutuhkan volume data yang sangat besar untuk pelatihan, yang sebagian besar berasal dari konten berhak cipta.

Menghadapi dilema ini, Mistral AI mengusulkan penetapan kontribusi keuangan wajib bagi perusahaan AI di Eropa untuk mendukung karya kreatif.

Dalam sebuah opini yang diterbitkan di Financial Times, Arthur Mensch, salah satu pendiri dan CEO Mistral AI, berpendapat bahwa Eropa perlu menemukan mekanisme yang lebih jelas untuk mengelola penggunaan konten online dalam melatih model AI.

Kontribusi wajib untuk penyedia AI

Proposal Mistral AI didasarkan pada penerapan kontribusi berdasarkan pendapatan perusahaan yang memasarkan model kecerdasan buatan di Eropa.

Menurut Audrey Herblin-Stoop, wakil presiden urusan eksternal perusahaan rintisan tersebut, pungutan ini bisa antara 1% dan 5% dari pendapatan yang dihasilkan.

Dana yang dikumpulkan akan disetorkan ke dalam dana khusus Eropa, yang misinya adalah untuk membiayai pembuatan konten baru dan mendukung industri budaya. Idenya adalah untuk membangun bentuk redistribusi, untuk mengkompensasi penggunaan data secara besar-besaran dari karya budaya dalam melatih sistem AI.

Bagi Arthur Mensch, mekanisme ini juga dapat memberikan kepastian hukum bagi perusahaan di sektor ini. Sebagai imbalan atas kontribusi ini, pengembang model dapat melatih sistem mereka pada konten web yang dapat diakses secara bebas, tanpa takut melanggar hak cipta.

Upaya untuk memecahkan kebuntuan hukum

Saat ini, kerangka kerja Eropa sebagian besar bergantung pada mekanisme opt-out, yang memungkinkan pemegang hak untuk menolak penggunaan konten mereka untuk melatih model AI.

Menurut kepala Mistral AI, sistem ini tetap terfragmentasi dan sulit untuk ditegakkan.

Akibatnya, para kreator khawatir akan kehilangan pendapatan, sementara perusahaan teknologi beroperasi dalam lingkungan regulasi yang tidak pasti. Dalam konteks ini, kontribusi yang diusulkan oleh Mistral AI dimaksudkan sebagai langkah pertama untuk membuka diskusi dengan pemegang hak cipta. Namun, langkah ini juga akan berlaku untuk perusahaan asing yang menawarkan model mereka di pasar Eropa, untuk menghindari ketidakseimbangan kompetitif. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa pemain Amerika dan Tiongkok juga berkontribusi pada pembiayaan kreasi ketika mereka beroperasi di Eropa. Perdebatan kembali berkobar seputar hak cipta: Masalah penggunaan data untuk melatih model AI sudah menjadi subjek banyak kritik dan litigasi, baik di Amerika Serikat maupun di Eropa. Uni Eropa mengadopsi undang-undang AI pada tahun 2024, yang secara khusus mewajibkan penghormatan terhadap hak cipta. Meskipun demikian, penerapan praktis aturan ini masih belum jelas, terutama mengenai data yang digunakan untuk melatih model generatif. Proposal Mistral AI juga datang pada saat yang sensitif bagi perusahaan rintisan tersebut.

Dalam beberapa minggu terakhir, perusahaan tersebut harus menanggapi tuduhan terkait penggunaan karya berhak cipta, seperti buku-buku terkenal tertentu, dalam melatih model-modelnya. Dengan kontribusi wajib ini, Mistral AI berharap dapat menghidupkan kembali debat Eropa seputar model pendanaan yang mampu mendamaikan inovasi teknologi dan perlindungan kreasi budaya.

Komentar

Silakan Login untuk meninggalkan komentar.

Ingin Memposting Topik Anda

Bergabunglah dengan komunitas pembuat konten global, monetisasikan konten Anda dengan mudah. Mulailah perjalanan penghasilan pasif Anda dengan Digbly hari ini!

Posting Sekarang

Disarankan untuk Anda