Oracle sedang mempersiapkan gelombang PHK untuk membiayai strategi AI-nya.
Mar 10
Tue, 10 Mar 2026 at 02:18 PM 0

Oracle sedang mempersiapkan gelombang PHK untuk membiayai strategi AI-nya.

Seiring meningkatnya persaingan global untuk AI, perusahaan teknologi besar meningkatkan investasi mereka untuk memperkuat infrastruktur mereka. Namun, proyek-proyek ini membutuhkan sumber daya keuangan yang cukup besar dan terkadang menekan keseimbangan ekonomi internal.

Inilah tepatnya situasi yang dilaporkan dihadapi Oracle saat ini. Bahkan, grup tersebut sedang mempertimbangkan restrukturisasi besar yang dapat menyebabkan penghapusan ribuan pekerjaan di seluruh dunia. Keputusan yang terkait langsung dengan investasi besar-besaran di bidang komputasi awan dan kecerdasan buatan…

PHK untuk membiayai perluasan pusat data AI

Menurut informasi dari Bloomberg, Oracle sedang mempersiapkan gelombang PHK yang dapat memengaruhi beberapa divisi perusahaan. Tujuannya adalah untuk membebaskan sumber daya keuangan guna mendukung proyek infrastruktur khusus AI.

Selama setahun terakhir, perusahaan yang dipimpin oleh Larry Ellison telah mengejar strategi ambisius yang berfokus pada komputasi awan dan daya komputasi untuk AI. Oracle terutama terlibat dalam proyek Stargate, yang dikembangkan bersama OpenAI dan SoftBank, yang bertujuan untuk membangun infrastruktur besar yang didedikasikan untuk model kecerdasan buatan.

Transformasi ini berujung pada program investasi yang sangat mahal. Perusahaan berencana mengumpulkan dana antara $45 dan $50 miliar tahun ini untuk membiayai perluasan pusat data cloud-nya. Tingkat pengeluaran ini memicu beberapa kekhawatiran di kalangan investor, terutama karena meningkatnya utang grup. Dengan demikian, pengurangan gaji tampaknya menjadi upaya untuk menyeimbangkan keuangan dan mendukung proyek-proyek teknologi berskala besar ini. Cloud, fungsi pendukung, dan pekerjaan yang dapat diotomatisasi menjadi sasaran. Pemangkasan pekerjaan yang direncanakan dapat memengaruhi beberapa kategori posisi dalam grup. Menurut rumor, tim cloud dan fungsi pendukung tertentu termasuk yang paling rentan. Oracle juga dilaporkan telah memulai penilaian ulang internal terhadap banyak posisi terbuka di divisi cloud-nya. Pada akhirnya, pendekatan ini dapat menyebabkan perlambatan, atau bahkan pembekuan beberapa perekrutan, meskipun aktivitas ini sangat penting secara strategis bagi perusahaan. Peran-peran tertentu yang dianggap lebih mudah diotomatisasi oleh AI juga dapat menjadi target pengurangan staf ini. Orientasi ini mencerminkan tren yang lebih luas di sektor teknologi, di mana AI secara bertahap mendefinisikan ulang persyaratan keterampilan.

Transisi Strategis di Bawah Tekanan

Secara historis dikenal karena perangkat lunak basis datanya, Oracle secara bertahap menggeser strateginya ke arah komputasi awan dan infrastruktur khusus AI, dengan tujuan untuk bersaing dengan pemimpin pasar seperti Amazon Web Services atau Microsoft Azure.

Namun, transformasi ini membutuhkan investasi yang cukup besar, dan analis memperkirakan bahwa pengeluaran pusat data dapat menghasilkan arus kas negatif selama beberapa tahun sebelum proyek-proyek ini mulai menghasilkan pendapatan yang signifikan sekitar tahun 2030.

Oleh karena itu, laporan keuangan Oracle yang akan datang akan dipantau dengan cermat, karena perusahaan harus menemukan keseimbangan yang tepat antara mendanai strategi AI-nya, mengendalikan biayanya, dan mempertahankan daya saingnya di pasar.

Komentar

Silakan Login untuk meninggalkan komentar.

Ingin Memposting Topik Anda

Bergabunglah dengan komunitas pembuat konten global, monetisasikan konten Anda dengan mudah. Mulailah perjalanan penghasilan pasif Anda dengan Digbly hari ini!

Posting Sekarang

Disarankan untuk Anda