Mar 09
Mon, 09 Mar 2026 at 12:20 PM 0
Pemerintah Belgia mengecam "tindakan anti-Semit yang keji" setelah ledakan di luar sinagoge di Liège.
Ledakan yang terjadi pada Minggu malam hingga Senin pagi "secara langsung menargetkan komunitas Yahudi di Belgia," menurut Menteri Dalam Negeri Bernard Quintin. Pemerintah Belgia mengecam "tindakan anti-Semit yang keji" setelah ledakan yang terjadi pada Minggu malam hingga Senin pagi di depan sebuah sinagoge di Liège, yang menyebabkan kantor kejaksaan federal mengambil alih penyelidikan. Asal usul kriminalnya dan penargetannya terhadap komunitas Yahudi tidak diragukan lagi di mata pihak berwenang pada Senin pagi. "Ledakan di depan Sinagoge Liège adalah tindakan anti-Semit yang keji yang secara langsung menargetkan komunitas Yahudi di Belgia," Menteri Dalam Negeri Bernard Quintin mengutuk dalam sebuah pesan di X (sebelumnya Twitter). "Penyelidikan yudisial telah diluncurkan oleh kantor kejaksaan federal. Langkah-langkah keamanan di sekitar lokasi serupa akan terus diperkuat," tambahnya. "Ini merupakan impor konflik yang terjadi di tempat lain." Walikota Liège, Willy Demeyer, juga mengecam "tindakan anti-Semit." "Semua warga Liège, tanpa memandang asal-usul mereka, saling menghormati, dan kami tidak ingin melihat konflik yang terjadi di tempat lain diimpor ke kota ini," lanjut pejabat terpilih tersebut, berbicara kepada stasiun radio publik RTBF. Ini merupakan sindiran terhadap perang di Timur Tengah, yang dipicu pada 28 Februari oleh serangan Amerika dan Israel terhadap Iran, yang menyebabkan banyak serangan rudal dan pesawat tak berawak dari Teheran terhadap negara-negara Teluk. Ledakan terjadi di depan sinagoge yang terletak di Rue Léon Frédéricq, dan jendela di beberapa bangunan hancur. Tidak ada korban luka, dan "hanya kerusakan material yang dilaporkan," menurut polisi Liège, yang dengan cepat membuat perimeter keamanan. "Investigasi telah..." "Kasus ini telah diserahkan kepada pemerintah federal," kata juru bicara kantor kejaksaan federal, yang di Belgia menangani kasus kejahatan terorganisir dan terorisme, kepada AFP. Penyidik dari kepolisian yudisial federal yang khusus menangani kontra-terorisme dikirim ke lokasi kejadian, menurut RTBF. Sinagoga tersebut, sebuah bangunan terdaftar yang diresmikan pada tahun 1899, juga berfungsi sebagai museum yang memamerkan berbagai benda keagamaan dan sejarah komunitas Yahudi di Liège, menurut situs webnya. Di Belgia, komunitas Yahudi berjumlah sekitar 50.000 orang, terutama di Antwerp dan Brussels, dan tempat-tempat ibadah mereka terkadang menjadi sasaran peningkatan langkah-langkah keamanan dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini terutama terjadi setelah serangan yang belum pernah terjadi sebelumnya yang dilakukan di Israel pada 7 Oktober 2023 oleh gerakan Islam Palestina Hamas, yang menyebabkan kehancuran Gaza oleh tentara Israel. Peningkatan laporan tentang tindakan anti-Semit kemudian diamati di Belgia.
Silakan Login untuk meninggalkan komentar.
Ingin Memposting Topik Anda
Bergabunglah dengan komunitas pembuat konten global, monetisasikan konten Anda dengan mudah. Mulailah perjalanan penghasilan pasif Anda dengan Digbly hari ini!
Posting Sekarang
Komentar