YouTube membayarkan $8 miliar kepada para artis dalam 12 bulan.
Seiring AI secara bertahap menjadi kekuatan dominan dalam ekosistem musik, YouTube berupaya meyakinkan para mitranya yang telah lama bekerja sama. Menyeimbangkan inovasi teknologi dengan perlindungan hak cipta, platform Google ini berada di ambang dilema, dengan tujuan untuk tetap menjadi pusat utama penemuan musik.
Menghadapi tren ini, perusahaan menyoroti argumen yang menarik: kontribusi finansialnya terhadap industri. Sebuah sinyal yang ditujukan kepada artis dan label, pada saat praktik-praktik berkembang pesat…
Lebih dari $8 miliar dibayarkan dalam satu tahun
Dalam sebuah unggahan yang ditujukan kepada mitra musik, Lyor Cohen menunjukkan bahwa platform tersebut membayar lebih dari $8 miliar kepada industri antara Juli 2024 dan Juni 2025. Angka ini menggambarkan peran struktural YouTube dalam ekonomi musik global.
Dalam praktiknya, model ini bergantung pada pendekatan ganda, dengan pendapatan iklan dan langganan, khususnya melalui YouTube Music.
Bersama-sama, mereka membantu mendanai sebagian besar pemegang hak, sekaligus mendukung visibilitas artis.Namun di luar angka-angka tersebut, YouTube menekankan posisinya yang unik, sedemikian rupa sehingga platform ini sekarang mengklaim statusnya sebagai "rumah video musik", dengan miliaran pengguna terhubung setiap bulan. Sebuah ekosistem di mana video musik, pertunjukan artis langsung, dan konten eksklusif berkontribusi untuk membangun hubungan yang langgeng antara artis dan penggemar…
AI: Antara peluang kreatif dan risiko bagi artis…
Menghadapi kebangkitan AI generatif, seperti yang dikonfirmasi oleh sebuah studi baru-baru ini, YouTube mengadopsi pendekatan yang terukur. Perusahaan menyatakan bahwa mereka ingin menggunakan teknologi ini sebagai alat untuk berekspresi, tanpa menggantikan kreator. Fitur eksperimental telah muncul, seperti Dream Track, yang memungkinkan pengguna untuk menghasilkan lagu dari sampel artis terkenal. Namun, inisiatif ini disertai dengan pengamanan, terutama melalui alat seperti Content ID, yang telah diperkuat untuk mendeteksi penggunaan gambar atau suara yang curang.
Sikap ini muncul setelah beberapa kontroversi, termasuk perilisan lagu "Heart on My Sleeve," yang dihasilkan oleh AI dengan suara Drake dan The Weeknd. Sejak saat itu, platform ini telah memperbanyak kemitraannya dengan pemegang hak cipta untuk mengatur praktik-praktik ini.Untuk tahun 2026, YouTube bermaksud untuk melangkah lebih jauh dengan berfokus pada penceritaan visual, di mana kali ini, tujuannya adalah untuk membantu para seniman muncul di lingkungan yang penuh dengan konten… sambil menawarkan pengalaman yang lebih mendalam kepada pengguna.
Dan dengan pasar yang berubah dengan cepat, platform ini memainkan peran penyeimbang antara inovasi teknologi dan pelestarian nilai artistik…
Silakan Login untuk meninggalkan komentar.
Ingin Memposting Topik Anda
Bergabunglah dengan komunitas pembuat konten global, monetisasikan konten Anda dengan mudah. Mulailah perjalanan penghasilan pasif Anda dengan Digbly hari ini!
Posting Sekarang
Komentar